7 Elemen dalam Karya Seni

May 11, 2020

Hi Kalatians!

 

Kali ini Kala pengen ngajakin kalian untuk bareng-bareng membahas tentang 7 elemen dalam karya seni. Bisa dibilang, elemen seni ini saling berpengaruh satu sama lain, dan elemen-elemen ini tidak bisa berdiri sendirian karena sebuah karya seni inilah dibentuk dari elemen-elemen tersebut.

 

__________________________________________________________________________

 

1. Garis (Line)

 

Garis merupakan elemen penting yang ada dalam sebuah karya seni. Elemen satu ini pasti bisa ditemukan disetiap karya, baik itu garis lurus, melengkung, tipis, tegas. Penggunaan garis dalam pembuatan karya sangatlah vital, biasanya kita membuat sketsa sebelum melukis, disitulah elemen garis sangat dibutuhkan. Selain itu, pengolahan garis seperti tebal dan tipis dapat menciptakan nilai artistik dan ekspresif. Contohnya seperti lukisan karya Affandi ini:

 

 

 

2. Bentuk (Shape)

 

Bentuk biasanya identik dengan pertemuan dua — atau lebih — titik yang akhirnya membentuk sebuah gambar dua dimensi. Pada umumnya berbentuk geometris seperti; bulat, segitiga, persegi, trapesium, dan lain sebagainya. Selain itu, bentuk juga bisa dihasilkan dari garis-garis yang menciptakan sebuah penggambaran, seperti siluet, hewan, obyek, tanaman, atau sosok. Bentuk tidak bisa berdiri sendiri tanpa ada support dari elemen lain, bentuk juga yang akhirnya menjadi sebuah subject matter pada sebuah karya seni. Contohnya seperti lukisan kubisme dari Georges Braque ini:

 

 

 

3. Wujud (Form)

 

Dalam karya seni, elemen satu ini bisa terlihat dari figur tiga dimensi yang digambarkan, dengan didukung oleh penggunaan shadow dan perspective, juga memiliki unsur Width, Height, dan Depth. Wujud ini sangat lekat dengan elemen bentuk karena dimulai dengan bentuk geometri seperti kerucut, kotak, bola, dan lain sebagainya. Elemen wujud ini juga yang akhirnya menciptakan penggambaran yang sama seperti elemen bentuk. Contohnya seperti karya dari Caravaggio satu ini:

 

 

 

4. Ruang (Space)

 

Ruang adalah area yang mengelilingi atau mengisi sebuah karya seni. Elemen ruang ini dapat dikenali dengan menganalisis dua faktor berikut: positive space dan negative space. Positive space adalah ruang yang terisi dengan gambar atau objek, sedangkan negative space adalah ruang yang mengelilingi positive space. Di era modern, karya seni yang memiliki negative space dapat terlihat dari ruang kosong yang ada dibagian sisi luar sebuah obyek dari lukisan, seperti pada lukisan John Sloan berikut:

 

 

 

5. Tekstur (Texture)

 

Tekstur dalam sebuah karya seni dapat dilihat dari permukaan, baik itu tebal atau tipis, nyata atau semu, kasar atau halus, dan sebagainya. Penggunaan tekstur dalam karya seni adalah sebagai nilai tambah untuk menciptakan kesan-kesan tertentu. Seperti pada karya Van Gogh ini, tekstur memiliki peran yang penting dalam menegaskan sebuah karya, dengan didukung oleh pilihan warna, membuat lukisan ini semakin “hidup”.

 

 

 

6. Kontras (Value)

 

Nilai adalah elemen penting untuk memberikan kesan dramatis dan emosional dalam sebuah karya seni. Elemen ini terlihat dari gelap atau terangnya sebuah karya, seperti pada lukisan dari Vermeer ini:

 

 

 

7. Warna (Color) 

 

Tanpa warna, maka karya tidak akan terwujud. Warna sendiri memberikan atmosfer pada karya seni karena mencerminkan sisi emosional dituangkan oleh pelukis. Elemen satu ini sangat lekat dengan elemen nilai (value), dua elemen ini saling men-support satu sama lain. Contohnya adalah lukisan dari Monet ini:

 

 

 

 

7 elemen inilah yang saling mendukung terciptanya sebuah karya seni yang akhirnya bisa kita nikmati dan pahami. Dengan kita memahami 7 elemen dalam karya seni, kita juga belajar tentang dasar-dasar dalam melukis. Asik kan?

 

Yuk praktekin di rumah sambil nonton kelas online Kala yang tayang secara Live seminggu empat kali di Instagram @kalart.id atau langsung nonton tutorial melukis di Youtube Channel Kala Art Studio.

 

Sampai jumpa, Kalatians!